Skip to content
Lihat di aplikasi

Cara yang lebih baik untuk menjelajah. Pelajari lebih lanjut.

Lalu

Aplikasi layar penuh di layar beranda Anda dengan pemberitahuan, lencana, dan banyak lagi.

Untuk menginstal aplikasi ini di iOS dan iPadOS
  1. Ketuk ikon Berbagi di Safari
  2. Gulir menu dan ketuk Tambahkan ke Layar Utama.
  3. Ketuk Tambah di sudut kanan atas.
Untuk menginstal aplikasi ini di Android
  1. Ketuk menu 3 titik (⋮) di sudut kanan atas browser.
  2. Ketuk Tambahkan ke Layar Beranda atau Instal aplikasi.
  3. Konfirmasikan dengan mengetuk Instal.

Membedah Huruf 'A' dalam E-A-T: Apa Sebenarnya Arti Authoritativeness (Otoritas)?

Di era digital saat ini, kualitas konten adalah segalanya. Dengan menciptakan konten berkualitas tinggi, Anda tidak hanya dapat meningkatkan peringkat di mesin pencari, tetapi juga menarik audiens baru dan membangun hubungan yang kuat dengan pembaca setia Anda.

Namun, konten bagus saja tidak cukup. Anda harus menunjukkan bahwa Anda memiliki "otoritas" pada topik tersebut. Otoritas memperkuat kualitas konten Anda dan memberi sinyal kepada pengguna bahwa Anda adalah sumber yang bisa dipercaya. Tapi, apa sebenarnya arti dari otoritas itu? Dan bagaimana cara menunjukkannya dalam konten Anda? Mari kita bahas secara tuntas.

Artikel ini adalah penjelasan berseri dari artikel: Apa Itu E-E-A-T (Experience, Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness)?

Apa Itu Authoritativeness (Otoritas)?

Sebelum membahas dampaknya terhadap kualitas konten, mari kita pahami dulu definisinya. Secara sederhana, Authoritativeness atau otoritas adalah kualitas di mana seseorang atau sebuah organisasi diakui memiliki pengetahuan, kekuatan, atau kendali yang mumpuni dalam bidang tertentu.

Jika merujuk pada kamus, seseorang yang otoritatif adalah mereka yang memiliki akurasi yang jelas dan pengetahuan yang mendalam. Dalam konteks website, jika sebuah situs memiliki otoritas pada suatu topik, situs tersebut dianggap sangat andal. Pengguna bisa mempercayai bahwa informasi yang disajikan di sana berasal dari sumber yang benar-benar paham akan apa yang mereka bicarakan.

Mengapa Otoritas Sangat Penting?

Otoritas adalah bagian dari konsep E-A-T milik Google, yang merupakan singkatan dari Expertise (Keahlian), Authoritativeness (Otoritas), dan Trustworthiness (Kepercayaan). Pembaruan terakhir, Google menambahkan satu huruf 'E' sehingga menjadi E-E-A-T. Konsep ini sering disebut dalam pedoman penilai kualitas pencarian Google (Search Quality Raters Guidelines) sebagai salah satu sinyal utama untuk mengevaluasi konten.

Penting untuk dicatat: E-E-A-T bukanlah "faktor peringkat" langsung (seperti kecepatan website atau kata kunci), melainkan sebuah mekanisme pengecekan bagi Google untuk memastikan mereka menyajikan hasil yang akurat dan tepercaya kepada pengguna.

Membangun E-E-A-T akan meningkatkan persepsi audiens terhadap konten Anda. Memiliki otoritas di bidang Anda menunjukkan bahwa Anda adalah sumber andal yang memberikan informasi berharga. Inilah yang sangat disukai oleh Google dan pengguna internet.

Bagaimana Google Menentukan Otoritas Sebuah Website?

Tidak semua situs harus menjadi otoritas, dan itu wajar. Namun, untuk topik-topik sensitif yang dikenal sebagai YMYL (Your Money or Your Life—topik yang berdampak pada kesehatan, keuangan, atau keselamatan), E-E-A-T menjadi sangat krusial.

Google mengajukan pertanyaan sederhana: "Siapa sumber terbaik untuk informasi ini?"

  1. Situs Resmi: Biasanya, situs web resmi memiliki otoritas tertinggi untuk entitas mereka sendiri. Misalnya, informasi tentang peraturan negara sebaiknya berasal dari situs pemerintah (.go.id), dan informasi tentang taman nasional sebaiknya dari situs pengelola taman tersebut.

  2. Kualifikasi Penulis: Google melihat siapa di balik konten tersebut. Contohnya, situs keuangan harus transparan menampilkan profil penulis mereka. Jika sebuah artikel pajak ditulis oleh seorang akuntan publik bersertifikat dengan pengalaman 13 tahun, otoritas artikel tersebut akan sangat tinggi di mata Google.

  3. Reputasi: Google juga melihat apa kata orang lain tentang Anda. Jika situs independen atau Wikipedia menyebut situs Anda sebagai sumber utama, itu adalah nilai plus yang besar. Sebaliknya, jika banyak sumber independen mengatakan info Anda tidak akurat, otoritas Anda akan turun.

Cara Membangun dan Menunjukkan Otoritas Anda

Menjadi otoritas tidak terjadi dalam semalam. Namun, ada langkah-langkah konkret yang bisa Anda lakukan untuk membangun kepercayaan Google dan pengguna:

1. Buat Konten Orisinal dan Berkualitas Tinggi Secara Konsisten

Ini adalah pondasi utama. Semakin banyak konten bermanfaat yang Anda buat, semakin audiens mengandalkan Anda sebagai sumber informasi. Jangan lupa untuk melindungi karya Anda. Salah satu caranya adalah dengan timestamping (penanda waktu digital). Ini memberikan bukti tak terbantahkan tentang kapan konten dibuat dan siapa pemilik aslinya, melindungi Anda dari pencurian konten.

2. Dapatkan Referensi dari Pihak Lain

Dalam dunia SEO, mendapatkan backlink (tautan dari situs lain ke situs Anda) sangatlah penting. Namun, bukan sekadar jumlah, melainkan kualitas yang dihitung.

  • Mintalah mitra bisnis atau organisasi terkait untuk menyebutkan Anda (plus tautan) di situs mereka.

  • Jika organisasi Anda cukup besar dan terkenal, memiliki halaman Wikipedia bisa sangat membantu. Namun, ingat: jangan menulis halaman Wikipedia Anda sendiri. Biarkan editor independen yang menulisnya berdasarkan sumber tepercaya agar tetap netral.

3. Tunjukkan Afiliasi Resmi

Jika Anda bekerja sama dengan badan pemerintah atau organisasi resmi lainnya, tunjukkanlah! Pasang logo mereka (dengan izin) dan tautkan ke situs mereka. Transparansi mengenai hubungan kerja sama ini meningkatkan kepercayaan. Namun, jangan pernah memalsukan afiliasi ini karena cepat atau lambat Anda akan ketahuan dan akan menghancurkan reputasi Anda.

4. Gunakan Schema Markup (Tips Bonus)

Istilah teknis ini mungkin terdengar rumit, tapi konsepnya sederhana. Schema Markup adalah kode khusus yang Anda tambahkan ke website untuk membantu Google "membaca" dan memahami konteks konten Anda dengan lebih baik.

Dengan Schema, Anda bisa memberi tahu Google detail spesifik seperti gelar akademis penulis (S.Pd., M.Si., Ph.D.), penghargaan yang diterima, atau bidang keahliannya. Hal ini dapat memicu munculnya Knowledge Panel (kotak informasi khusus di hasil pencarian) yang membuat profil Anda terlihat sangat profesional dan otoritatif.


Diskusi: Di dunia di mana siapa saja bisa mempublikasikan apa saja, Google kini semakin memperketat seleksi dengan konsep E-E-A-T (Experience, Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness). Artikel ini menyoroti bahwa konten bagus saja tidak lagi cukup; Anda harus membuktikan "siapa" Anda. Yang menarik adalah pergeseran fokus Google ke arah reputasi penulis dan validasi pihak ketiga (seperti Wikipedia atau asosiasi resmi) sebagai penentu peringkat. Ini memunculkan pertanyaan penting bagi para kreator konten: Apakah era "konten anonim" sudah berakhir, dan apakah kualifikasi formal kini menjadi lebih penting daripada kualitas tulisan itu sendiri dalam perebutan halaman pertama Google?

Account

Navigation

Cari

Cari

Configure browser push notifications

Chrome (Android)
  1. Tap the lock icon next to the address bar.
  2. Tap Permissions → Notifications.
  3. Adjust your preference.
Chrome (Desktop)
  1. Click the padlock icon in the address bar.
  2. Select Site settings.
  3. Find Notifications and adjust your preference.