Jika Anda pernah menggunakan mesin pencari seperti Google (saya yakin Anda pernah), Anda pasti tahu bahwa internet dibanjiri oleh konten tanpa batas. Hampir semua topik yang bisa Anda bayangkan pasti ada informasinya. Bagi mesin pencari, ini adalah hal yang bagus karena mereka bisa menampilkan hasil yang relevan untuk setiap kata kunci yang diketik pengguna.
Namun, tantangannya adalah menemukan konten mana yang paling tepat dan berkualitas. Salah satu cara Google menilai kualitas konten adalah dengan menggunakan prinsip E-A-T: Expertise (Keahlian), Authoritativeness (Otoritas), dan Trustworthiness (Kepercayaan).
Dalam artikel ini, kita akan membedah huruf pertama, yaitu E: Expertise atau Keahlian. Apa sebenarnya arti keahlian di mata Google, mengapa itu penting, dan bagaimana Anda bisa menunjukkannya dalam konten Anda?
Apa Itu Expertise (Keahlian)?
Jika Anda mencari definisi "keahlian" di Google, Anda akan menemukan arti: keterampilan atau pengetahuan mendalam dalam bidang tertentu. Definisi lain juga mencakup pendapat tertulis oleh seorang ahli mengenai keaslian atau nilai suatu karya.
Expertise bermuara pada seberapa berpengetahuan atau terampilnya seseorang dalam subjek tertentu. Namun, karena tingkat keahlian seseorang bergantung pada banyak faktor, terkadang sulit untuk menilai keahlian secara objektif.
Mengapa Expertise Sangat Penting untuk SEO?
Meningkatkan unsur keahlian dalam tulisan berarti Anda meningkatkan kualitas konten itu sendiri. Dan dalam dunia SEO (Search Engine Optimization), konten berkualitas tinggi memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan peringkat tinggi.
Google memiliki panduan yang sangat ekstensif mengenai hal ini. Namun, alasan utamanya sederhana: Google ingin memberikan pengalaman terbaik bagi penggunanya.
Bayangkan Anda adalah pengguna. Anda ingin mendapatkan informasi dari seseorang yang benar-benar tahu apa yang mereka bicarakan, bukan seseorang yang hanya menebak-nebak. Contoh:
Jika Anda mencari saran medis, Anda pasti tidak ingin jawaban dari sembarang orang. Anda ingin informasi yang bisa diandalkan, yang ditulis oleh dokter berkualifikasi.
Begitu juga jika mencari tips perawatan kulit (skincare), Anda mungkin lebih percaya pada konten dari beauty blogger berpengalaman atau dokter kulit (dermatolog).
Itulah sebabnya Google berusaha keras mengidentifikasi siapa yang memiliki "konten ahli" untuk mengarahkan pencari ke hasil terbaik tersebut.
Bagaimana Google Menilai Sebuah Keahlian?
Cara Google memandang keahlian sangat bergantung pada siapa pembuat kontennya. Apa yang Google ketahui tentang mereka? Seberapa besar usaha, perhatian, dan keterampilan yang dicurahkan untuk membuat konten tersebut?
Konteks juga memegang peranan penting. Standar keahlian yang diharapkan Google bergantung pada topiknya dan apakah halaman tersebut masuk dalam kategori YMYL (Your Money or Your Life).
1. Pertanyaan Utama: Siapa di Balik Konten Tersebut?
Faktor utama yang dilihat Google adalah sumber informasi.
Apakah ditulis oleh orang yang mengerti topiknya?
Bagaimana reputasi mereka di bidang ini?
Jika mengutip sumber lain, siapa orang-orang tersebut? Apakah sumber itu digunakan untuk memperkuat argumen, atau sekadar copy-paste? (Peringatan: Copy-paste tidak akan dianggap sebagai keahlian).
2. Keahlian Bergantung pada Konteks
Ketika Anda mencurahkan waktu, bakat, dan keahlian ke dalam konten, Google akan menganggap ini sebagai bukti E-A-T. Namun, konten berkualitas tinggi tidak hanya dimonopoli oleh para profesor atau ahli formal; penghobi dan orang dengan "keahlian sehari-hari" juga bisa membuatnya. Standar penilaian Google bergantung pada tujuan dan jenis kontennya.
Halaman YMYL (Your Money or Your Life): Ini adalah halaman yang berdampak pada kesehatan, keselamatan, kebahagiaan, atau stabilitas keuangan seseorang (seperti artikel berita, medis, hukum, keuangan). Untuk halaman ini, standar Google sangat tinggi. Konten harus akurat secara fakta dan didukung oleh konsensus ahli. Penulisnya diharapkan memiliki kualifikasi akademis atau status profesional yang jelas.
Keahlian Sehari-hari (Everyday Expertise): Di sisi lain, untuk topik non-YMYL, Google menghargai "keahlian informal". Menulis tentang pengalaman pribadi, memberikan saran hobi yang digeluti bertahun-tahun, atau menunjukkan keterampilan DIY (Do It Yourself) adalah bentuk keahlian sehari-hari. Penilaiannya didasarkan pada tingkat keterampilan yang ditampilkan, interaksi pembaca, atau ulasan pengguna.
7 Cara Menunjukkan Expertise Anda dalam Konten
Google memang tidak memberikan daftar periksa (checklist) instan, tetapi berdasarkan panduan mereka, berikut adalah strategi ampuh untuk menunjukkan keahlian Anda:
1. Bicarakan Apa yang Benar-Benar Anda Kuasai
Ini terdengar klise, tapi sangat penting. Buatlah konten tentang topik yang memang Anda pahami. Menulis tentang hal yang Anda ketahui akan terasa lebih alami dan otomatis membantu peringkat pencarian Anda di topik tersebut.
Mungkin Anda merasa pengetahuan Anda adalah "hal biasa", tapi bagi orang awam, itu bisa jadi wawasan baru.
Misalnya: Jika Anda hobi bertukang, tulislah tentang gergaji terbaik untuk segala jenis kayu. Jika Anda pemilik toko baju ramah lingkungan, tulislah tentang manfaat sustainable fashion. Tunjukkan hasrat (passion) Anda. Ini cara terbaik memperkenalkan diri dan bisnis Anda.
2. Investasikan Waktu pada Konten Anda
Baik untuk halaman YMYL maupun halaman informal, Google menganggap konten berkualitas tinggi memiliki ciri: akurat, komprehensif (lengkap), dikomunikasikan dengan jelas, dan memenuhi standar topik tersebut.
Pastikan konten Anda mudah dipahami dan disajikan secara profesional. Jangan asal-asalan.
3. Berikan Nilai Baru (Perspektif Unik)
Sah-sah saja menulis topik yang sudah banyak dibahas orang lain, asalkan Anda memberikan sesuatu yang baru. Tunjukkan keahlian dengan mengambil sudut pandang berbeda atau menyertakan pengalaman pribadi Anda. Konten berkualitas adalah hasil dari usaha memperkaya pengetahuan pembaca, bukan sekadar mengulang informasi lama.
4. Pastikan Konten Sesuai dengan Konsensus Ahli
Terutama untuk halaman YMYL, pastikan fakta Anda benar. Menunjukkan bahwa konten Anda akurat secara faktual dan sejalan dengan pendapat para ahli di bidangnya adalah bukti keahlian formal. Lakukan riset mendalam.
5. Cantumkan Sumber Riset Anda
Jika Anda melakukan riset, selalu cantumkan sumbernya.
Ini membuktikan klaim Anda berdasar.
Ini memberikan kredit kepada pemilik informasi asli.
Ini memberi sinyal pada Google bahwa Anda melakukan pekerjaan rumah Anda, bukan sekadar mencuri ide orang lain.
Ingat, jangan hanya menyalin paragraf. Kutip dengan benar, berikan konteks, dan gunakan informasi tersebut untuk memperkuat argumen orisinal Anda.
6. Tampilkan Informasi Penulis (Author Bio)
Baik situs Anda berisi topik berat (YMYL) atau hobi, tambahkan informasi tentang siapa penulisnya. Jelaskan karier, kualifikasi, atau pencapaian penulis.
Contoh: Jika artikel medis ditulis oleh seseorang dengan gelar kedokteran, kepercayaan pembaca dan mesin pencari akan meningkat drastis.
7. Hati-hati dengan Konten YMYL
Jika halaman Anda menyangkut uang, kesehatan, atau kehidupan pembaca, sadarilah bahwa standarnya lebih tinggi. Pastikan keahlian formal ditonjolkan. Namun, menunjukkan keahlian tetap bermanfaat untuk semua jenis halaman guna membangun kepercayaan audiens.
Di dunia di mana kompetitor hanya berjarak satu klik saja, membangun hubungan saling percaya dengan pembaca melalui E-A-T adalah kunci kemenangan.
Tips Bonus: Gunakan Schema Markup
Bantu Google memahami siapa Anda dengan menggunakan data terstruktur (Schema Markup). Ini adalah kode di belakang layar yang memberi tahu Google "Ini adalah artikel tentang X, ditulis oleh Y yang merupakan ahli Z". Anda tidak perlu jadi ahli koding; banyak plugin SEO yang bisa menangani ini secara otomatis untuk Anda.