Januari 24Jan 24 Banyak praktisi digital mengklaim bahwa dengan hadirnya AI generatif, teknik SEO tradisional sudah mati dan tergantikan oleh AEO (Answer Engine Optimization). Namun kenyataannya, bukankah sistem AI pada akhirnya tetap harus menyedot data dari tulisan asli manusia yang berbobot untuk bisa "belajar"? Ini memunculkan sebuah dilema baru: Apakah saat ini kita menulis hanya untuk menyuapi algoritma AI agar karya kita direferensikan, atau kita tetap menulis murni untuk mengedukasi pembaca manusia? Lebih jauh lagi, apakah dominasi AI dalam pencarian akan membunuh kreativitas para blogger, atau justru memaksa kita menjadi penulis yang lebih jujur, orisinal, dan berkualitas? Bagikan pandangan Anda di kolom komentar! Lihat artikel selengkapnya
Ayo ikut diskusi
Posting dulu, daftar nanti juga bisa. Jika Anda memiliki akun, masuk sekarang untuk memposting dengan akun Anda.