Skip to content
Lihat di aplikasi

Cara yang lebih baik untuk menjelajah. Pelajari lebih lanjut.

Lalu

Aplikasi layar penuh di layar beranda Anda dengan pemberitahuan, lencana, dan banyak lagi.

Untuk menginstal aplikasi ini di iOS dan iPadOS
  1. Ketuk ikon Berbagi di Safari
  2. Gulir menu dan ketuk Tambahkan ke Layar Utama.
  3. Ketuk Tambah di sudut kanan atas.
Untuk menginstal aplikasi ini di Android
  1. Ketuk menu 3 titik (⋮) di sudut kanan atas browser.
  2. Ketuk Tambahkan ke Layar Beranda atau Instal aplikasi.
  3. Konfirmasikan dengan mengetuk Instal.

Kenapa dalam oogenesis cuma satu sel yang berkembang jadi ovum

Untai diskusi ini berisi 12 postingan dengan perkiraan lama baca 9 menit.

Featured Replies

Oh iya, tadi waktu mata pelajaran biologi pak lalu sempat menjelaskan kenapa cuman 1 sel saja yang jadi Ovum. Karena dalam Oogenesis pembagian selnya memang tidak seimbang. 1 Sel dapat lebih banyak nutrisi makanya bisa berkembang dan menjadi ovum.

  • Pemulai Topik

kaniaa aku kurang pahamm😭, maksudnya itu karena pembagian selnya nggak seimbang berarti sel yang lain itu cuma jadi sel pendukung? terus kalau misalnya semua sel dapat nutrisi yang sama, apa bisa jadi lebih dari 1 ovum atau tetap cuma 1?

“Iyaa jadi gini eee christin 😭, secara biologi itu namanya oogenesis, dan dari awal memang pembelahannya dibuat tidak seimbang, sitoplasma + nutrisinya lebih banyak ke 1 sel.

Kenapa bisa? Karena ovum itu butuh ‘bekal’ banyak kayak cadangan makanan, organel, dan lain- lain buat nanti kalau dibuahi bisa langsung berkembang jadi embrio. Makanya 1 sel diikasih semua jatah , biar kuat dan berkualitas.

Nah sel yang lain itu jadi badan polar, dia cuma bawa kromosom aja, tapi hampir nggak punya nutrisi, jadi nggak bisa berkembang.

Jadi walaupun dibayangin kalau semua sel dapat nutrisi sama, secara sistem tubuh emang udah didisain buat fokus ke 1 ovum biar peluang berhasilnya lebih besar, bukan banyak tapi lemah. Jadi begitu, christin sudah paham?

  • Pemulai Topik

ooohhh...!! akuu mulai ngertii sekarangg, jadi intinyaa memang dari awal tubuh pilih 1 sel buat dikasih banyak nutrisi biar jadi ovum yang kuat, terus yang lain cuma jadi badan polar yaa.

tapi aku masih agak bingung dikit, badan polar itu nanti bakal hilang gitu aja atau ada fungsi lain lagi? samaa itu kenapa tubuh nggak bikin lebih dari 1 ovum yang kuat sekalian yaa?”

“Iyaa betul christin, kamu sudah dapet inti nya!

Nah buat badan polar, biasanya dia bakal degenerasi (hancur/hilang) gitu aja, karena dia tidak punya cukup sitoplasma dan nutrisi buat bertahan. Jadi fungsinya emang cuma bantu ‘buang’ kelebihan kromosom biar ovumnya tetap normal.

Kalau soal kenapa tubuh tidak bikin lebih dari 1 ovum yang kuat sekaligus, itu karena ada pengaturan hormon juga 😭. Dalam satu siklus, hormon kayak FSH dan LH itu cuma ‘mendukung’ 1 folikel dominan buat matang. Jadi bukan cuma soal nutrisi, tapi juga karena sinyal hormon tubuh ngefokusin ke 1 sel aja.

Kalau banyak ovum matang sekaligus, risiko kehamilan kembar jadi lebih tinggi dan itu lebih berat buat tubuh. Makanya tubuh ‘main aman’ dengan fokus ke satu ovum yang paling siap . Gituuu christin😊

  • Pemulai Topik

“Iyaa okee 😭🤍 aku makin ngerti sekarang, jadi badan polar itu emang cuma sementara terus bakal hilang sendiri.

Terus soal yang satu ovum itu juga karena pengaruh hormon yaa, tubuh kayak fokus ke satu yang paling siap biar hasilnya lebih bagus. Keren sih ternyata sistemnya 🥺

“Iyaa kan 😭, tubuh tuh emang punya sistem yang rapi banget. Jadi semuanya udah ‘diatur’ biar hasilnya paling optimal.

Makanya walaupun kelihatannya cuma 1 ovum, tapi itu justru yang kualitasnya paling siap dibanding yang lain 🥺

  • Administrators

Senang melihat diskusi yang aktif dan saling membantu di sini. @Kania Nazwa Anatasya Mansoba sudah menjelaskan dengan cukup baik untuk level pemahaman awal. Namun sebagai moderator, saya ingin menambahkan beberapa koreksi dan pendalaman agar pemahaman kalian lebih akurat secara ilmiah.

1. Koreksi Konsep: Pembagian Sitoplasma yang Tidak Seimbang

Penjelasan Kania tentang pembagian sitoplasma yang tidak seimbang sudah **benar secara inti**, namun perlu diperjelas:

Pembelahan tidak seimbang ini terjadi secara spesifik pada dua tahap:

  • Meiosis I → menghasilkan oosit sekunder (sel besar) + badan polar pertama (sel kecil)

  • Meiosis II → oosit sekunder membelah menjadi ovum (sel besar) + badan polar kedua (sel kecil)

Jadi prosesnya bertahap, bukan hanya satu kali pembelahan.

2. Koreksi Penting: Nasib Badan Polar

Kania menyebut badan polar "cuma bantu buang kelebihan kromosom." Ini perlu diluruskan.

Badan polar bukan membuang kelebihan kromosom. Fungsi utama pembelahan meiosis adalah reduksi kromosom agar ovum memiliki jumlah kromosom haploid (n), sehingga ketika dibuahi sperma (juga haploid), zigot yang terbentuk menjadi diploid (2n) — jumlah kromosom yang normal untuk manusia.

Badan polar adalah "hasil sampingan" dari proses reduksi kromosom tersebut. Ia membawa set kromosom yang lengkap, hanya saja tidak mendapat sitoplasma yang cukup untuk berkembang.

3. Koreksi Penting: Peran Hormon FSH dan LH

Kania menyebut FSH dan LH "cuma mendukung 1 folikel dominan." Ini perlu diperluas agar tidak menimbulkan miskonsepsi:

  • Sebenarnya, di awal siklus, banyak folikel mulai berkembang bersama-sama di bawah pengaruh FSH.

  • Satu folikel yang paling responsif tumbuh lebih cepat dan menjadi folikel dominan.

  • Folikel dominan ini menghasilkan estrogen dalam jumlah tinggi, yang kemudian memberikan sinyal balik (feedback) ke otak untuk menekan perkembangan folikel lainnya. Folikel yang kalah bersaing akan mengalami atresia (degenerasi).

  • Lonjakan LH (LH surge) kemudian memicu pelepasan ovum — inilah yang disebut ovulasi.

Jadi mekanismenya adalah kompetisi antar folikel, bukan tubuh yang dari awal memilih satu folikel secara acak.

4. Catatan Tambahan: Kembar dan Ovulasi

Kania menyebut bahwa kalau banyak ovum matang, risiko kembar lebih tinggi — ini benar! Inilah yang terjadi pada kembar fraternal (dizigotik): dua ovum matang sekaligus dan masing-masing dibuahi oleh satu sperma. Pada prosedur bayi tabung (IVF), dokter justru sengaja merangsang ovulasi multipel untuk mendapatkan lebih banyak sel telur.

Ringkasan

Aspek

Yang Perlu Diingat

Pembelahan tidak seimbang

Terjadi di Meiosis I dan II secara bertahap

Fungsi badan polar

Hasil reduksi kromosom, bukan "membuang kelebihan"

Peran hormon

Folikel berkompetisi, yang dominan menekan yang lain

Kembar

Terjadi bila dua folikel sama-sama berhasil ovulas

Diskusi kalian sudah sangat bagus! Dengan koreksi di atas, pemahaman kalian akan jauh lebih solid.

Silakan masuk untuk memberi komentar

Anda dapat berkomentar setelah masuk.

Masuk Sekarang

Account

Navigation

Cari

Cari

Configure browser push notifications

Chrome (Android)
  1. Tap the lock icon next to the address bar.
  2. Tap Permissions → Notifications.
  3. Adjust your preference.
Chrome (Desktop)
  1. Click the padlock icon in the address bar.
  2. Select Site settings.
  3. Find Notifications and adjust your preference.