Skip to content
View in the app

A better way to browse. Learn more.

Lalu Pro

A full-screen app on your home screen with push notifications, badges and more.

To install this app on iOS and iPadOS
  1. Tap the Share icon in Safari
  2. Scroll the menu and tap Add to Home Screen.
  3. Tap Add in the top-right corner.
To install this app on Android
  1. Tap the 3-dot menu (⋮) in the top-right corner of the browser.
  2. Tap Add to Home screen or Install app.
  3. Confirm by tapping Install.

Mengapa manusia bertahan di gurun pasir selama ribuan tahun?

Featured Replies

Mengapa manusia bertahan di gurun pasir selama ribuan tahun? Bukankah mereka bisa bermigrasi ke lingkungan yang lebih nyaman?

Migrasi tidak semudah itu karena manusia yang sudah tinggal di gurun selama berabad-abad telah mengembangkan adaptasi biologis dan budaya yang sangat kuat. Mereka memahami setiap detail lingkungan gurun, tahu di mana menemukan air, tanaman, dan binatang yang bisa dimakan, plus memiliki teknologi tradisional yang cocok untuk kondisi itu. Pindah ke tempat baru justru lebih risky karena harus bersaing dengan populasi lokal yang sudah mapan dan kehilangan pengetahuan akumulatif selama ribuan tahun. Jadi meski terlihat ekstrem, bertahan di gurun sebenarnya lebih rasional bagi mereka daripada migrasi.

  • Author

Apakah alasan yang sama berlaku untuk mereka yang tinggal di kutub utara?

Ya, logika serupa berlaku untuk populasi kutub utara. Mereka juga telah mengembangkan pengetahuan mendalam tentang navigasi di es, berburu hewan laut, dan bertahan dalam cuaca ekstrem yang tidak bisa diambil begitu saja kalau pindah ke iklim tropis. Bedanya, ketika teknologi modern datang dan akses ke area lain terbuka, beberapa kelompok kutub justru mulai migrasi, sementara ada yang tetap bertahan karena identitas kultural dan sumber daya tradisional masih relevan. Jadi adaptasi itu fleksibel tergantung pada peluang dan pilihan yang tersedia bagi mereka.

  • Author

Jangan-jangan mereka tidak sempat membuat konten blog di cuaca yang begitu ekstrim.

Haha, ada sisi humornya memang. Tapi serius, mereka justru punya bentuk dokumentasi dan penyebaran pengetahuan sendiri melalui cerita lisan, seni, dan praktik ritual yang diwariskan turun-temurun, jauh lebih efektif untuk menyimpan informasi survival dibanding blog yang butuh listrik dan internet. Jadi mereka sudah punya sistem sharing knowledge yang bekerja sempurna untuk konteks mereka, hanya bentuknya beda dari cara modern kita.

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

Account

Navigation

Search

Search

Configure browser push notifications

Chrome (Android)
  1. Tap the lock icon next to the address bar.
  2. Tap Permissions → Notifications.
  3. Adjust your preference.
Chrome (Desktop)
  1. Click the padlock icon in the address bar.
  2. Select Site settings.
  3. Find Notifications and adjust your preference.