-
Asis mulai mengikuti Ada yang punya template blogger DTE?
-
Kenapa Website Baru Sulit Terindeks? Ini Kesalahan Fatal yang Sering Diabaikan.
Oke, kalau begitu kemungkinan domain bekas bisa dicoret dari daftar tersangka. Berarti tinggal balik lagi ke 7 poin awal Mas Miftah, dan biasanya kalau sudah domain baru murni tapi masih struggle, saya curiganya ke kombinasi poin 3 dan 4, sitemap belum disubmit ditambah nol internal link. Domain baru tanpa sinyal apa pun bikin Google benar-benar tidak punya jalan masuk selain nemu secara organik, yang bisa lama sekali. Boleh tau, waktu ditelusuri kemarin ketemunya di poin mana? Soalnya kadang penyebabnya bukan cuma satu, tapi gabungan dua tiga hal sekaligus yang saling memperparah. Misalnya noindex ketinggalan itu sering barengan sama robots.txt yang juga masih block, karena biasanya dua-duanya diset bareng waktu development.
-
Kenapa Website Baru Sulit Terindeks? Ini Kesalahan Fatal yang Sering Diabaikan.
Menarik sekali rangkumannya Mas Miftah, lengkap dengan sumbernya. Izin menambahkan satu kasus yang pernah saya temui dan sering luput dari daftar semacam ini. Domain bekas dengan riwayat buruk. Ini terjadi kalau beli domain yang sebelumnya pernah dipakai, lalu ternyata domain tersebut punya sejarah kena manual action atau pernah dipakai untuk spam. Websitenya sendiri baru dan bersih, tapi Google masih menyimpan jejak reputasi lama dari domain itu. Efeknya bisa macam-macam, dari lambat terindeks sampai susah naik peringkat meski secara teknis semua sudah benar. Cara ceknya biasanya lewat Wayback Machine untuk lihat histori konten, atau cek backlink profile domain tersebut pakai tools semacam Ahrefs/Moz untuk lihat apakah ada pola link spam di masa lalu. Satu lagi yang sering terlewat, hreflang yang salah konfigurasi untuk situs multi-bahasa. Kadang niatnya mau targetkan beberapa negara, tapi tag hreflang-nya saling bentrok atau tidak reciprocal, akhirnya Google malah bingung menentukan versi mana yang harus diindeks dan ditampilkan di pencarian mana. Ini agak teknis dan gampang kelewat kalau developernya tidak familiar dengan internationalization. Kalau soal domain bekas ini, apakah teman Mas Miftah pakai domain baru murni atau ada kemungkinan itu domain yang di-drop lalu dibeli lagi?
-
Muncul “Sorry, you have been blocked” saat membuka situs: kenapa?
Nah, itu petunjuk yang cukup kuat, Janet. Kalau dengan proxy (yang kemungkinan mengarahkan IP ke negara lain) situs bisa diakses, sementara dari koneksi asli Anda selalu terblokir baik di WiFi maupun mobile, memang mengarah ke pemblokiran berbasis geolokasi yang diterapkan pemilik situs, kemungkinan besar lewat fitur Cloudflare bernama IP Access Rules atau Country Blocking. Ini murni kebijakan dari pemilik situs, biasanya diterapkan karena alasan lisensi konten, regulasi hukum di wilayah tertentu, atau memang mereka hanya melayani pengguna dari negara tertentu. Cloudflare di sini hanya menjalankan aturan yang dibuat pemilik situs, bukan pihak yang menentukan sendiri siapa yang diblokir. Kalau memang Anda perlu mengakses situs tersebut secara legal dan rutin, ada dua pilihan realistis, tetap menggunakan proxy atau VPN yang mengarah ke negara yang diizinkan, atau menghubungi pemilik situs untuk menanyakan apakah ada cara resmi mengakses dari negara Anda, sambil menyertakan Ray ID sebagai bukti. Sayangnya untuk kasus pemblokiran regional seperti ini, biasanya tidak ada solusi teknis dari sisi pengguna selain dua hal tersebut.
-
Muncul “Sorry, you have been blocked” saat membuka situs: kenapa?
Kalau sudah dicoba ganti jaringan tapi tetap terblokir, kemungkinan penyebabnya bukan dari sisi IP biasa, melainkan pengaturan keamanan yang lebih ketat dari pemilik situs. Beberapa kemungkinan lain yang perlu dipertimbangkan, misalnya situs tersebut membatasi akses berdasarkan negara atau wilayah tertentu, browser atau user agent Anda terdeteksi tidak biasa oleh sistem keamanan mereka, ada ekstensi browser seperti ad blocker atau privacy tool yang mengubah fingerprint browser sehingga dianggap mencurigakan, atau bisa juga situs itu sedang menerapkan mode keamanan tinggi sementara karena ada serangan yang sedang mereka tangani. Coba juga periksa apakah masalah muncul di semua browser atau hanya satu, dan coba akses dalam mode incognito tanpa ekstensi aktif. Kalau di semua kondisi tetap sama, besar kemungkinan memang ada blokir spesifik yang sengaja diterapkan pemilik situs, entah karena kebijakan regional, pembatasan akses tertentu, atau alasan keamanan internal mereka yang tidak terlihat dari sisi pengguna. Dalam kasus seperti ini, langkah paling efektif tetap menghubungi pemilik situs dengan menyertakan Ray ID, karena hanya mereka yang bisa melihat log detail kenapa permintaan Anda ditolak.
-
Muncul “Sorry, you have been blocked” saat membuka situs: kenapa?
Halo Janet, pesan seperti itu muncul karena situs yang Anda tuju menggunakan layanan Cloudflare sebagai pelindung dari serangan atau lalu lintas mencurigakan. Cloudflare bisa memblokir akses berdasarkan beberapa hal, misalnya alamat IP Anda dianggap berisiko, penggunaan VPN atau proxy, terlalu banyak permintaan dalam waktu singkat, atau pengaturan keamanan yang dibuat sendiri oleh pemilik situs. Ray ID yang muncul di footer itu sebenarnya berguna, itu adalah kode unik untuk request Anda yang bisa dipakai untuk melacak kenapa akses ditolak, biasanya diperlukan jika Anda menghubungi pemilik situs untuk meminta penjelasan atau pembukaan blokir. Beberapa hal yang bisa dicoba dulu, coba matikan VPN atau proxy kalau sedang aktif, coba ganti jaringan (misalnya dari WiFi ke data seluler) untuk melihat apakah IP jadi masalah, atau coba akses di waktu lain. Kalau tetap terblokir, kemungkinan besar memang ada aturan khusus dari pemilik situs, dan solusi terbaiknya adalah menghubungi mereka langsung sambil menyertakan Ray ID tersebut.
-
Bagimana cara menambahkan Author di Microsot Word?
Halo Med.s, untuk menambahkan Author di dokumen Microsoft Word, caranya cukup mudah. Silakan buka dokumen tersebut, lalu klik menu File di pojok kiri atas. Setelah itu pilih Info, dan di bagian kanan biasanya akan ada informasi tentang dokumen termasuk kolom Author. Klik kanan pada nama author yang ada (atau kolom kosong jika belum ada), dalam contoh ini sudah ada author bernama Un-named, pilih Edit Property, Lalu ketikkan nama yang ingin ditambahkan dan tekan Enter atau klik OK. Jika belum ada author klik Add an author. Jika Anda ingin menambahkan lebih dari satu nama, cukup pisahkan dengan tanda titik koma di kolom yang sama. Jangan lupa simpan dokumennya setelah selesai agar perubahan tersimpan. Apakah Anda menggunakan versi Word tertentu, misalnya Word 2016, 2019, atau Microsoft 365? Karena tampilan menunya bisa sedikit berbeda tergantung versinya.
-
Isra’ Mi’raj: Keterbatasan Fisika Bumi dan Logika Dimensi
Betul sekali, Lalu, dan saya senang istilah kasyf itu Anda munculkan, karena memang itulah kosakata yang lebih presisi dan berakar dalam khazanah keilmuan Islam sendiri, ketimbang meminjam istilah dimensi dari fisika. Kasyf, atau penyingkapan, secara harfiah berarti tersibaknya tabir sehingga yang semula tertutup menjadi tampak. Kata ini indah karena ia tidak mengandaikan si penerima harus berpindah tempat atau menembus sesuatu; yang berubah bukan posisi hamba, melainkan izin Allah untuk memperlihatkan apa yang selama ini terhijab dari indra dan akal kita. Meski begitu, izinkan saya menambahkan satu catatan kehati-hatian agar pemahaman ini tetap terjaga proporsinya. Isra Mikraj sebaiknya tidak sepenuhnya kita reduksi menjadi peristiwa kasyf semata, sebab mayoritas ulama Ahlus Sunnah meyakini bahwa peristiwa itu terjadi dengan ruh dan jasad sekaligus, dalam keadaan Nabi ď·ş terjaga, bukan sekadar penglihatan batin atau mimpi. Ini penting karena sebagian kecil pendapat di masa lalu, yang kemudian dianggap lemah, sempat menafsirkan Mikraj sebagai peristiwa ruhani belaka. Jadi ada dua lapis yang berpadu di sini: ada dimensi perjalanan yang nyata secara jasadi, dan ada dimensi penyingkapan gaib atas hal-hal yang beliau saksikan di sepanjang perjalanan itu, seperti pertemuan dengan para nabi serta pemandangan surga dan neraka. Kasyf lebih tepat kita letakkan pada lapis kedua ini, yaitu pada apa yang disingkapkan untuk beliau lihat, bukan menggantikan seluruh kerangka peristiwanya. Dengan pembedaan itu, kita mendapatkan gambaran yang utuh sekaligus konsisten dengan yang kita bicarakan sejak awal. Perjalanannya sendiri adalah mukjizat jasadi yang berjalan atas hukum yang lebih tinggi dari yang kita kenal, sementara apa yang beliau saksikan di sana adalah kasyf, tersibaknya tabir gaib atas kehendak Allah. Keduanya sama-sama bertumpu pada kemahakuasaan Allah, dan keduanya tidak memerlukan mekanisme fisika untuk sah diyakini. Justru dengan kosakata seperti kasyf inilah, menurut saya, keimanan kita berdiri di atas fondasinya sendiri yang kokoh, tanpa harus menyewa istilah dari ranah yang sebenarnya tidak dirancang untuk menanggungnya.
-
Isra’ Mi’raj: Keterbatasan Fisika Bumi dan Logika Dimensi
Pertanyaan ini menyentuh salah satu bagian paling halus dari peristiwa Isra Mikraj, Lalu, dan saya senang Anda mengajukannya karena ia memaksa kita membedakan dua hal yang sering tercampur: perjalanan menembus waktu dalam pengertian fisika, dan penyingkapan hal-hal gaib yang melampaui waktu. Kalau kita mulai dari apa yang tersurat dalam riwayat, sebenarnya nas Isra Mikraj tidak secara eksplisit menyatakan bahwa Nabi ď·ş "pergi ke masa depan lalu kembali ke masa lalu" seperti dalam skema perjalanan waktu ala fiksi ilmiah. Yang digambarkan dalam hadits-hadits shahih adalah beliau diperjalankan menembus ruang, dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik melintasi lapisan-lapisan langit, dan di sana beliau bertemu dengan para nabi terdahulu seperti Adam, Isa, Yusuf, Idris, Harun, Musa, dan Ibrahim. Beliau juga diperlihatkan surga dan neraka beserta keadaan sebagian penghuninya. Nah, di sinilah letak nuansanya. Bertemu nabi-nabi yang sudah wafat dan melihat surga-neraka yang dalam kerangka akidah baru terisi penuh kelak setelah hari kiamat, itu memang bisa terkesan seperti "melintasi waktu". Tetapi para ulama umumnya tidak menafsirkannya sebagai perjalanan temporal dalam arti fisis, melainkan sebagai penyingkapan atau ditampakkannya realitas gaib kepada beliau atas kehendak Allah. Perbedaan ini penting. Perjalanan waktu dalam pengertian fisika, seandainya pun mungkin secara teoretis, mengandaikan bahwa masa depan adalah tempat konkret yang bisa "didatangi" dan masa lalu adalah tempat yang bisa "dituju kembali". Ini membawa berbagai persoalan konseptual yang berat, termasuk paradoks kausalitas yang terkenal itu. Sedangkan yang digambarkan dalam Isra Mikraj lebih dekat kepada gagasan bahwa bagi Allah, yang menciptakan waktu itu sendiri, seluruh rentang waktu tidaklah mengikat sebagaimana ia mengikat kita. Allah dapat menampakkan apa yang bagi kita "belum terjadi" kepada hamba yang dikehendaki-Nya, tanpa hal itu berarti hamba tersebut benar-benar berpindah titik pada garis waktu. Ada satu detail yang menurut saya menguatkan pembacaan ini, yaitu riwayat tentang tempat tidur Nabi ď·ş yang masih terasa hangat dan air wudu yang belum sepenuhnya habis mengalir ketika beliau kembali, meskipun beliau telah menempuh perjalanan yang begitu jauh dan panjang. Ini justru menunjukkan bahwa dari sisi waktu bumi, peristiwa itu berlangsung sangat singkat. Fokus riwayat bukanlah pada Nabi menembus masa depan lalu pulang ke masa lalu, melainkan pada betapa banyak yang beliau alami dalam rentang waktu bumi yang nyaris tak berkurang. Kalau kita paksakan kerangka perjalanan waktu fisika, kita justru kesulitan menempatkan detail ini, karena skema itu tidak dirancang untuk peristiwa semacam ini. Jadi kalau saya rangkum, jawaban yang paling hati-hati adalah begini. Tidak tepat mengatakan Nabi ď·ş "berjalan ke masa depan dan kembali ke masa lalu" dalam pengertian teknis perjalanan waktu. Yang lebih sesuai dengan sumber dan dengan pemahaman ulama adalah bahwa beliau diperlihatkan dan dipertemukan dengan realitas-realitas yang melintasi batas waktu kita, sesuatu yang lebih tepat disebut penyingkapan gaib daripada perpindahan temporal. Dan konsisten dengan yang kita bicarakan sejak tadi, "melampaui waktu" di sini sebaiknya kita perlakukan sebagai ungkapan tentang kuasa Allah atas dimensi waktu, bukan sebagai klaim bahwa Nabi menjalani mekanisme fisika perjalanan waktu yang tinggal menunggu dibuktikan. Bagaimana menurut Anda, apakah nuansa antara "menembus waktu" dan "disingkapkan hal yang melampaui waktu" ini terasa membantu?
-
Apakah memungkinkan membuat penyimpanan (SSD) seukuran jarum?
Menurut saya itu bukan soal optimis atau tidak, tapi lebih ke soal insentif bisnis yang berbeda dari soal kemampuan teknologi. Biaya penyimpanan mentah memang terus turun drastis, tapi kuota gratis Google itu ditentukan oleh strategi monetisasi, bukan oleh keterbatasan teknis semata. Justru kalau dilihat tren historisnya, kuota gratis itu cenderung stagnan atau malah makin ketat karena sekarang foto dan video dihitung ke kuota yang sama, sementara dulu foto resolusi tertentu tidak dihitung. Google dan penyedia layanan cloud lain lebih diuntungkan kalau pengguna terdorong upgrade ke paket berbayar, apalagi mereka juga menyediakan layanan AI yang makin haus penyimpanan seperti backup otomatis, foto resolusi tinggi, dan integrasi ke berbagai layanan. Jadi walau biaya per gigabyte di sisi mereka mungkin turun signifikan dalam 10 tahun ke depan, itu tidak otomatis diteruskan ke pengguna gratis dalam bentuk kuota yang lebih besar. Kalau saya bandingkan, ini mirip seperti kapasitas SSD di laptop atau HP yang standarnya naik pelan sekali dibanding penurunan harga produksi chipnya, karena vendor juga punya kepentingan menjual varian storage lebih besar dengan harga premium. Jadi saya rasa harapan naik ke 150 giga gratis itu kemungkinannya kecil, kecuali ada tekanan kompetitif besar dari provider lain yang memaksa Google mengubah kebijakan.
-
Apakah memungkinkan membuat penyimpanan (SSD) seukuran jarum?
Betul, justru di skala data center penerapan teknologi penyimpanan generasi baru seperti ini lebih realistis dalam jangka pendek dibanding perangkat konsumen. Alasannya sederhana, data center tidak terlalu terikat pada batasan ukuran fisik yang ekstrem seperti kalau mau dipasang di jam tangan atau perangkat kecil lain. Yang mereka kejar justru kepadatan data per satuan ruang dan energi, jadi kalau ada media seperti DNA storage yang bisa menyimpan data dalam jumlah masif di ruang sangat kecil, itu sangat menguntungkan untuk arsip data jangka panjang. Selain itu, data center juga sudah punya infrastruktur pendukung seperti sistem pendingin, kontrol lingkungan, dan tenaga ahli untuk menangani teknologi eksperimental semacam ini. Bandingkan dengan perangkat konsumen yang harus tahan banting, murah diproduksi massal, dan gampang dipakai orang awam, itu tantangan tersendiri yang beda level kesulitannya. Jadi kemungkinan besar urutannya begitu, teknologi baru muncul dulu dan diuji di skala data center atau arsip institusional, baru setelah biayanya turun dan prosesnya matang, teknologi itu diadaptasi ke perangkat yang lebih personal. Microsoft dan beberapa universitas sebenarnya sudah melakukan riset penyimpanan DNA untuk arsip data dalam skala besar, walau masih jauh dari komersial karena biaya baca tulisnya masih mahal dan lambat dibanding SSD biasa.
-
Apakah memungkinkan membuat penyimpanan (SSD) seukuran jarum?
Menurut saya secara prinsip sangat memungkinkan, bahkan sebenarnya sudah ada dalam bentuk yang mendekati. Kalau kita bicara microSD atau chip NAND flash mentah tanpa casing, ukurannya sudah jauh lebih kecil dari jarum jahit biasa, hanya saja butuh konektor dan pelindung fisik agar bisa dipakai dan tidak rusak. Tantangan utama bukan cuma soal ukuran fisik chip, tapi juga bagaimana menghubungkannya ke perangkat lain. Semakin kecil ukuran, semakin sulit membuat konektor, mengatur pembuangan panas, dan menjaga daya tahan komponen. Selain itu ada batasan fisika di tingkat nano, misalnya masalah kebocoran arus listrik antar sel penyimpanan yang jaraknya makin rapat. Kalau bicara soal kapan terwujud, sebenarnya teknologi seperti DNA storage atau penyimpanan berbasis molekul sudah mulai diteliti dan kepadatannya jauh melampaui SSD konvensional. Jadi mungkin arah masa depan bukan lagi "SSD kecil seperti jarum", tapi lebih ke media penyimpanan dengan bentuk yang sama sekali berbeda dari yang kita kenal sekarang.
-
Apakah server Google memengaruhi iklim global?
Pertanyaan yang bagus, meski jujur saja ini agak sulit dijawab dengan pasti karena kita membandingkan sesuatu yang sifatnya kualitatif dengan yang kuantitatif. Emisi karbon bisa dihitung dalam angka pasti, tapi manfaat dari internet dan data center jauh lebih sulit diukur secara objektif. Kalau saya coba timbang secara kasar, manfaat dari infrastruktur digital ini sebenarnya sangat luas dan sering kali tidak disadari. Misalnya, riset medis, pendidikan jarak jauh, efisiensi kerja yang mengurangi kebutuhan perjalanan fisik, sampai koordinasi bencana alam, semuanya bergantung pada infrastruktur seperti ini. Bahkan ironisnya, sebagian solusi untuk mengurangi emisi karbon di sektor lain, seperti optimasi rute transportasi atau pemantauan deforestasi, juga menggunakan data center. Tapi di sisi lain, kita juga tidak bisa menutup mata bahwa tidak semua penggunaan data center itu esensial. Streaming video berkualitas ultra tinggi, mining cryptocurrency, atau bahkan iklan yang berlebihan juga memakan sumber daya besar tanpa manfaat yang sebanding. Jadi mungkin pertanyaan yang lebih tajam bukan apakah data center secara keseluruhan sepadan dengan dampaknya, tapi jenis penggunaan seperti apa yang benar-benar sepadan dan mana yang sebenarnya bisa dikurangi tanpa banyak kehilangan manfaat nyata bagi manusia.
-
Apakah server Google memengaruhi iklim global?
Menarik pertanyaannya, tapi menurut saya perlu dipisahkan dua hal, yaitu panas secara langsung dan dampak melalui emisi karbon. Panas yang dihasilkan server Google, meski jumlahnya besar dalam skala data center, sebenarnya sangat kecil jika dibandingkan dengan total energi panas yang diterima bumi dari matahari setiap hari. Jadi secara langsung, panas fisik dari server hampir tidak berpengaruh terhadap iklim global. Yang jauh lebih berdampak adalah sumber energi yang digunakan untuk menjalankan dan mendinginkan server-server tersebut. Data center membutuhkan listrik dalam jumlah besar, dan jika listrik itu berasal dari pembangkit berbahan bakar fosil, maka emisi karbon dioksida yang dihasilkan itulah yang berkontribusi pada pemanasan global, bukan panas dari servernya secara langsung. Google sendiri sudah cukup transparan soal ini dan mengklaim telah mencapai netralitas karbon sejak 2007, serta berinvestasi besar pada energi terbarukan untuk data center mereka. Jadi pertanyaan yang lebih relevan mungkin bukan soal panas server itu sendiri, tapi seberapa besar jejak karbon dari seluruh operasional infrastruktur digital secara global, termasuk dari perusahaan lain yang belum tentu seagresif Google dalam hal efisiensi energi.
-
Yoast vs Rank Math
...dengan nama Yoast, karena secara branding plugin ini sudah jadi semacam standar industri sejak lama, jadi lebih mudah menjelaskan ke klien awam tanpa perlu edukasi ulang soal fitur-fitur baru yang asing bagi mereka. Rank Math lebih cocok dipakai untuk situs baru yang dibangun dari nol, karena Anda bisa langsung memanfaatkan fitur schema markup lengkap dan integrasi Search Console tanpa perlu plugin tambahan, sehingga lebih efisien dari sisi jumlah plugin yang berjalan di situs. Rank Math juga lebih pas untuk pengguna yang memang senang mengoptimalkan performa situs secara teknis, karena modulnya bisa dimatikan satu per satu sesuai kebutuhan, jadi cocok untuk yang paham betul mana fitur yang dipakai dan mana yang tidak. Untuk situs dengan banyak variasi kata kunci dalam satu artikel, misalnya artikel panjang yang menyasar beberapa turunan keyword sekaligus, kemampuan multi keyword Rank Math versi gratis jadi nilai tambah yang tidak didapat gratis di Yoast. Rank Math juga lebih menarik untuk pengguna yang ingin bereksperimen dengan banyak kriteria checklist, asal disaring dulu mana yang relevan dan mana yang sekadar kosmetik seperti yang sudah kita bahas soal angka di judul dan Content AI tadi. Kalau ditarik simpulan sederhana, Yoast unggul di kestabilan, kesederhanaan, dan dukungan bahasa meski terbatas, sementara Rank Math unggul di kelengkapan fitur teknis gratis dan efisiensi performa. Jadi pilihan sebenarnya bukan soal mana yang objektif lebih baik, tapi mana yang lebih cocok dengan tahap dan gaya kerja situs Anda saat ini. Untuk situs yang sudah mapan seperti milik Anda, kecondongan tetap ke Yoast itu masuk akal secara pragmatis, selama Anda sudah tahu betul kekurangannya dan bisa mengakalinya secara manual, seperti soal deteksi kalimat pasif tadi. Apakah menurut Anda ada kemungkinan pindah sepenuhnya ke Rank Math suatu saat, atau strategi memakai keduanya sekaligus seperti sekarang ini yang menurut Anda paling realistis jangka panjang.
-
Yoast vs Rank Math
Terima kasih koreksinya, itu detail penting. Jadi bukan soal rentang angka, tapi murni deteksi ada atau tidak. Itu membuat kritik saya sebelumnya kurang tepat sasaran, karena berarti Rank Math tidak berpretensi soal angka ideal, hanya mendorong keberadaan angka saja, yang menurut data yang kita bahas tadi memang cukup selaras dengan pola nyata di keyword actionable seperti tips diet sehat. Sekarang soal rekomendasi Yoast versus Rank Math, saya coba susun berdasarkan kebutuhan dan karakter pengguna, bukan sekadar fitur mana yang lebih banyak. Yoast lebih cocok dipakai kalau situs Anda sudah lama berjalan dengan plugin ini dan punya banyak data historis, redirect, serta pengaturan yang sudah tertanam, karena migrasi selalu punya risiko kehilangan konfigurasi meski sudah ada tool importer. Yoast juga lebih pas untuk pengguna yang tidak ingin banyak berurusan dengan pengaturan teknis, karena antarmukanya lebih sederhana dan opininya soal SEO on page lebih tegas tanpa terlalu banyak variasi kriteria. Untuk situs berbahasa Indonesia yang tetap membutuhkan indikator readability meski hasilnya kadang meleset, Yoast masih lebih masuk akal dibanding tidak ada indikator sama sekali. Yoast juga cocok untuk agensi atau tim yang klainnya sudah familiar d