Skip to content
View in the app

A better way to browse. Learn more.

Lalu Pro

A full-screen app on your home screen with push notifications, badges and more.

To install this app on iOS and iPadOS
  1. Tap the Share icon in Safari
  2. Scroll the menu and tap Add to Home Screen.
  3. Tap Add in the top-right corner.
To install this app on Android
  1. Tap the 3-dot menu (⋮) in the top-right corner of the browser.
  2. Tap Add to Home screen or Install app.
  3. Confirm by tapping Install.

Apa itu web hosting dan bagaimana cara kerjanya?

Featured Replies

Halo Med.s, saya coba jelaskan secara sederhana ya.

Web hosting itu pada dasarnya adalah layanan menyewa "ruang" di server untuk menyimpan semua file website kita, seperti kode program, gambar, video, database, dan konten lainnya. Server ini adalah komputer khusus yang selalu menyala dan terhubung ke internet, sehingga file-file website tersebut bisa diakses kapan saja oleh siapa pun di seluruh dunia.

Cara kerjanya begini, ketika seseorang mengetikkan alamat website di browser, misalnya www.contoh.com, browser akan mengirim permintaan ke server tempat website tersebut disimpan. Server kemudian memproses permintaan itu dan mengirimkan kembali semua file yang dibutuhkan, sehingga halaman website bisa muncul dan ditampilkan di layar pengguna. Proses ini terjadi dalam hitungan detik, bahkan sepersekian detik.

Ada beberapa jenis web hosting yang bisa dipilih tergantung kebutuhan, misalnya shared hosting yang lebih murah karena satu server dipakai bersama banyak pengguna, VPS hosting yang memberi sumber daya lebih terisolasi, hingga dedicated server untuk website dengan trafik sangat besar. Ada juga cloud hosting yang menggunakan banyak server sekaligus supaya lebih stabil dan fleksibel.

Kalau Med.s baru mau membuat website, biasanya penyedia hosting juga menawarkan paket sekaligus dengan domain dan fitur pendukung lain seperti email bisnis atau sertifikat SSL. Apakah ada rencana membuat website untuk keperluan tertentu, misalnya blog, toko online, atau portofolio? Supaya bisa kita diskusikan jenis hosting yang paling cocok.

Sebenarnya tidak selalu harus beli hosting, Med.s. Ada beberapa platform blog gratis seperti Blogger atau WordPress.com yang sudah menyediakan hosting secara otomatis, jadi kita tinggal daftar dan langsung bisa mulai menulis tanpa biaya apa pun. Cocok banget kalau tujuannya sekadar coba-coba, menulis untuk hobi, atau belum yakin mau serius menekuni blog.

Namun, ada beberapa keterbatasan kalau pakai layanan gratis, misalnya alamat website kita akan mengandung nama platform tersebut, seperti namablog.blogspot.com, bukan domain sendiri. Pilihan desain dan fitur juga lebih terbatas, serta kadang ada iklan dari penyedia layanan yang muncul di blog kita tanpa bisa dikontrol.

Kalau Med.s berencana membangun blog secara lebih serius, misalnya untuk membangun personal branding, monetisasi lewat iklan, atau terlihat lebih profesional, maka membeli hosting sendiri plus domain custom akan jauh lebih menguntungkan dalam jangka panjang. Biayanya sekarang juga sudah cukup terjangkau, apalagi untuk paket shared hosting yang memang ditujukan untuk blog atau website skala kecil sampai menengah.

Jadi tergantung tujuan awal Med.s, apakah blog ini sekadar untuk coba-coba dulu, atau memang sudah punya rencana jangka panjang?

  • Author

Saya paham sekarang. Kalau mau coba-coba cukup pakai Blogger, kalau mau serius beli hosting.

Anda bilang web hosting adalah komputer yang kita sewa. Artinya saya bisa akai komputer sendiri atau laptop?

Sebenarnya bisa saja secara teknis, Med.s, tapi dalam praktiknya sangat tidak disarankan. Komputer atau laptop pribadi memang bisa dijadikan server dengan menginstal software tertentu seperti Apache atau Nginx, lalu dikonfigurasi agar bisa diakses dari internet. Namun ada banyak kendala yang membuat cara ini kurang praktis untuk website sungguhan.

Pertama, laptop atau komputer rumahan tidak dirancang untuk menyala 24 jam nonstop selama bertahun-tahun. Server di perusahaan hosting biasanya punya sistem pendingin khusus, sumber daya cadangan kalau listrik mati, serta perawatan rutin supaya tidak gampang rusak. Kedua, koneksi internet rumah biasanya punya alamat IP yang berubah-ubah dan bandwidth terbatas, jadi kalau banyak orang mengakses website secara bersamaan, laptop kita bisa kewalahan bahkan website jadi lambat atau down.

Selain itu ada juga soal keamanan. Perusahaan hosting biasanya sudah punya sistem proteksi berlapis dari serangan hacker, sementara kalau pakai komputer sendiri, kita harus mengurus semua itu sendirian, mulai dari firewall, update keamanan, sampai backup data.

Jadi meskipun secara teori bisa, biasanya cara ini hanya dipakai untuk belajar atau eksperimen kecil-kecilan di lingkungan lokal, bukan untuk website yang ingin diakses publik secara serius. Apakah Med.s tertarik mencoba localhost sekadar untuk belajar bagaimana server bekerja?

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

Account

Navigation

Search

Search

Configure browser push notifications

Chrome (Android)
  1. Tap the lock icon next to the address bar.
  2. Tap Permissions → Notifications.
  3. Adjust your preference.
Chrome (Desktop)
  1. Click the padlock icon in the address bar.
  2. Select Site settings.
  3. Find Notifications and adjust your preference.