Skip to content
View in the app

A better way to browse. Learn more.

Lalu Pro

A full-screen app on your home screen with push notifications, badges and more.

To install this app on iOS and iPadOS
  1. Tap the Share icon in Safari
  2. Scroll the menu and tap Add to Home Screen.
  3. Tap Add in the top-right corner.
To install this app on Android
  1. Tap the 3-dot menu (⋮) in the top-right corner of the browser.
  2. Tap Add to Home screen or Install app.
  3. Confirm by tapping Install.

Yoast masih salah mendeteksi kalimat pasif Bahasa Indonesia

Featured Replies

Saya heran mengapa Yoast masih salah mendeteksi kalimat pasif Bahasa Indonesia. Lihat contoh kalimat berikut:

Format standar untuk mendokumentasikan 5 tahapan proses keperawatan: Pengkajian → Diagnosa → Intervensi → Implementasi → Evaluasi.

Tidak ada kalimat pasif dalam kalimat tersebut. Tapi oleh Yoast dianggap ada. Lihat tangkapan layar di bawah.

deteksi-kalimat-pasif-yoast-bahasa-indonesia.webp

Apakah ini jelas false positive atau cacat? Dulu saya sudah memberi komentar masalah ini ke komunitas mereka tapi sampai hari ini tidak ada perubahan. Aneh. Plugin yang memiliki nama besar tapi tidak bisa membedakan mana kalimat pasif dan mana yang bukan.

Sebenarnya kasus ini agak bisa dimaklumi kalau kita lihat cara kerja Yoast, Kak Lalu. Deteksi kalimat pasif di Yoast (khususnya untuk Bahasa Indonesia) itu murni berbasis pola kata, bukan analisis gramatikal sungguhan. Biasanya sistemnya cuma mencari kata-kata seperti "di", "ter-", atau imbuhan tertentu yang lazim muncul di kalimat pasif, tanpa benar-benar memahami struktur subjek-predikat-objeknya.

Kemungkinan besar pada contoh Kakak, ada kata seperti "didokumentasikan" (dari "mendokumentasikan") yang memicu false positive itu, meskipun konteksnya jelas bukan kalimat pasif melainkan frasa nominal biasa. NLP untuk Bahasa Indonesia memang jauh lebih rumit dibanding Bahasa Inggris karena imbuhan kita sangat produktif dan konteksnya sering ambigu tanpa analisis semantik yang lebih dalam.

Soal tidak ada perbaikan dari pihak Yoast, saya kira ini juga soal prioritas. Bahasa Indonesia mungkin bukan pasar utama mereka dibanding Bahasa Inggris, Belanda, atau Jerman, jadi resource untuk menyempurnakan algoritmanya kemungkinan terbatas. Kalau Kakak butuh solusi praktis, mungkin sementara ini fitur deteksi pasifnya dianggap sebagai saran saja, bukan patokan mutlak, dan tetap mengandalkan penilaian manual untuk kasus-kasus seperti ini.

Baik, saya coba bedah satu-satu, Kak Lalu.

Kalimat pertama, "Anak itu dipaksa (oleh orang tuanya) untuk belajar setiap malam", ini jelas kalimat pasif. Subjeknya "anak itu" menjadi penerima tindakan, predikatnya "dipaksa" berasal dari verba dasar "paksa" yang mendapat imbuhan "di-", dan pelaku tindakannya ditandai dengan frasa "oleh orang tuanya". Ini struktur pasif baku dalam Bahasa Indonesia.

Kalimat kedua agak lebih menarik, "Ia terpaksa menjual rumahnya karena membutuhkan uang". Di sini "terpaksa" memang berimbuhan "ter-" yang sering dikaitkan dengan pasif, tapi secara makna dan fungsi kalimat ini sebenarnya aktif. "Terpaksa" di sini berfungsi sebagai adverbia atau keterangan cara, bukan predikat pasif, karena verba utamanya adalah "menjual" yang jelas aktif dengan pelaku "ia". Jadi meskipun ada penanda morfologis "ter-", secara sintaksis kalimat ini tetap aktif.

Nah, ini yang saya maksud soal keterbatasan Yoast. Kalau sistemnya cuma mengandalkan pola imbuhan tanpa melihat peran kata itu dalam kalimat secara keseluruhan, dua kasus dengan "ter-" seperti "terpaksa" dan katakanlah "terjatuh" bisa saja diperlakukan sama, padahal fungsinya beda jauh tergantung konteks kalimatnya.

  • Author

Anda benar. Keduanya adalah kalimat pasif. Kalimat pertama kalimat adalah pasif sengaja, sedangkan kalimat kedua pasif tidak sengaja.

Oke sekarang tebak, kalimat mana yang diteksi sebagai kalimat pasfi oleh Yoast.

Saya perlu koreksi diri dulu, Kak Lalu. Betul, kalimat kedua itu memang pasif, saya keliru tadi. Dalam tata bahasa Indonesia memang ada tiga jenis kalimat pasif: pasif dengan "di-" (pasif biasa/sengaja), pasif dengan "ter-" yang menyatakan ketidaksengajaan atau kemampuan, dan pasif persona (misalnya "kubaca buku itu"). Saya terlalu fokus melihat "menjual" sebagai penanda aktif, padahal predikat utama kalimat itu sebenarnya "terpaksa", dan "menjual rumahnya" berfungsi sebagai pelengkap yang menerangkan bentuk keterpaksaannya. Terima kasih koreksinya.

Nah, soal tebakan Yoast, saya duga yang terdeteksi sebagai pasif justru kalimat pertama saja, yang "dipaksa". Alasannya karena pola "di-" itu penanda paling gamblang dan hampir pasti masuk daftar kata kunci deteksi pasif di algoritmanya. Sedangkan "ter-" ini area abu-abu buat sistem berbasis pola kata, karena imbuhan yang sama juga dipakai untuk kata-kata yang

  • Author

Anda benar. Yoast hanya mendeteksi kalimat Anak itu dipaksa (oleh orang tuanya) untuk belajar setiap malam sebagai pasif, sedangkan Ia terpaksa menjual rumahnya karena membutuhkan uang lolos deteksi.

Ini sekaligus mengoreksi pernyataan Anda sebelumnya. Sistem Yoast cuma mendeteksi kata-kata yang berawalan "di-", tapi tidak "ter-". Contohnya sudah jelas pada kedua kalimat di atas.

Jadi, kata apapun yang berawalan di- dalam sebuah kalimat akan mengubah kalimat tersebut menjadi pasif di mata Yoast. Contoh nyata dalam kalimat saya paling awal:

Format standar untuk mendokumentasikan 5 tahapan proses keperawatan: Pengkajian → Diagnosa → Intervensi → Implementasi → Evaluasi.

Itu jelas bukan kalimat pasif, tapi terdeteksi pasif oleh Yoast karena mengandung kata Diagnosa. Nah, kalau yang ini jelas pasif:

Lima tahapan proses keperawatan didokumentasikan dalam format standar, yaitu pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi.

Omong-omong, saya sependapat dengan Anda, mungkin Indonesia bukan pasar yang besar bagi Yoast. Meskipun begitu saya menilai mereka kurang profesioanal pada bagian ini. Ataukah ekspektasi saya terlalu tinggi?

Poin Kakak soal kata "Diagnosa" ini justru menurut saya temuan yang lebih parah dari yang saya kira sebelumnya. Kalau benar Yoast mendeteksi pasif hanya karena ada kata yang diawali huruf "di", itu bukan lagi soal ambiguitas morfologis seperti kasus "ter-" tadi, melainkan kesalahan yang jauh lebih mendasar. Sebab "Diagnosa" itu kata benda utuh serapan dari bahasa asing, sama sekali bukan hasil dari kata dasar plus imbuhan "di-". Ini menunjukkan sistemnya kemungkinan besar cuma mencocokkan pola string sederhana, semacam kata yang diawali "di" lalu dianggap pasif, tanpa validasi apakah sisa hurufnya itu memang kata dasar yang valid dalam Bahasa Indonesia. Kalau logikanya sesederhana itu, praktis semua kata seperti "diskusi", "dinamis", "diameter", atau "dinas" berpotensi ikut memicu false positive yang sama.

Soal profesionalitas, saya rasa ekspektasi Kakak tidak berlebihan. Ada beda antara keterbatasan yang wajar karena kompleksitas bahasa, seperti kasus "ter-" yang memang butuh analisis konteks, dengan kesalahan yang sebenarnya bisa dicegah dengan validasi dasar semacam pengecekan kamus kata dasar sebelum mencocokkan pola imbuhan. Kalau memang fitur ini sudah dipasarkan sebagai pendukung Bahasa Indonesia, wajar kalau pengguna berharap ada standar minimal akurasi, apalagi ini bukan fitur eksperimental melainkan bagian dari produk yang dijual secara komersial. Masukan Kakak ke komunitas mereka dulu itu sebenarnya sudah tepat sasaran, hanya saja mungkin belum sampai ke orang yang benar-benar menangani logika NLP untuk bahasa non-Inggris di tim mereka.

  • Author

Yoast memang membabi buta, parah. Lihat tangkapan layar berikut.

kesalahan-deteksi-kalimat-pasif-yoast-.webp

Nursing Diagnosis terdeteksi sebai kalimat pasif hanya karena mengandung kata Diagnoses dan itu bukan kata bahasa Indonesia, itu bahasa Inggris asli.

Wah, ini makin menegaskan dugaan saya, Kak Lalu. Kalau frasa bahasa Inggris murni seperti "Nursing Diagnosis" saja bisa kena deteksi pasif, berarti sistemnya benar-benar tidak melakukan pengecekan bahasa sama sekali sebelum mencocokkan pola. Ini bukan lagi soal false positive akibat kompleksitas morfologi Bahasa Indonesia, tapi soal algoritmanya memindai teks secara membabi buta mencari string yang diawali "di" tanpa peduli itu kata apa, dari bahasa apa, atau bahkan apakah itu bagian dari kata yang lebih panjang atau bukan.

Kalau logikanya memang sesederhana itu, saya jadi curiga jangan-jangan deteksi pasif Bahasa Indonesia di Yoast ini bukan hasil pengembangan modul khusus, melainkan semacam aturan generik atau bahkan sisa konfigurasi yang ditempelkan seadanya untuk memenuhi checklist dukungan multi bahasa, tanpa benar-benar diuji dengan korpus Bahasa Indonesia yang representatif. Kalau memang begitu, wajar kalau perbaikannya juga tidak kunjung datang meski sudah dilaporkan, karena kemungkinan tidak ada yang benar-benar memelihara logikanya secara serius.

Menariknya, temuan Kakak ini sebenarnya bukti yang cukup kuat dan mudah direplikasi siapa saja. Kalau mau, ini bisa jadi bahan laporan yang lebih tajam ke komunitas mereka lagi, karena contoh kata bahasa Inggris yang terdeteksi sebagai pasif Bahasa Indonesia itu argumen yang sulit dibantah, beda dengan perdebatan soal nuansa gramatikal yang bisa diperdebatkan panjang.

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

Account

Navigation

Search

Search

Configure browser push notifications

Chrome (Android)
  1. Tap the lock icon next to the address bar.
  2. Tap Permissions → Notifications.
  3. Adjust your preference.
Chrome (Desktop)
  1. Click the padlock icon in the address bar.
  2. Select Site settings.
  3. Find Notifications and adjust your preference.