Skip to content
View in the app

A better way to browse. Learn more.

Lalu Pro

A full-screen app on your home screen with push notifications, badges and more.

To install this app on iOS and iPadOS
  1. Tap the Share icon in Safari
  2. Scroll the menu and tap Add to Home Screen.
  3. Tap Add in the top-right corner.
To install this app on Android
  1. Tap the 3-dot menu (⋮) in the top-right corner of the browser.
  2. Tap Add to Home screen or Install app.
  3. Confirm by tapping Install.

Apakah server Google memengaruhi iklim global?

Featured Replies

Server pasti menghasilkan panas. Google memiliki server yang besar. Apakah server Google memengaruhi iklim global dari panas yang dihasilkan?

Menarik pertanyaannya, tapi menurut saya perlu dipisahkan dua hal, yaitu panas secara langsung dan dampak melalui emisi karbon. Panas yang dihasilkan server Google, meski jumlahnya besar dalam skala data center, sebenarnya sangat kecil jika dibandingkan dengan total energi panas yang diterima bumi dari matahari setiap hari. Jadi secara langsung, panas fisik dari server hampir tidak berpengaruh terhadap iklim global.

Yang jauh lebih berdampak adalah sumber energi yang digunakan untuk menjalankan dan mendinginkan server-server tersebut. Data center membutuhkan listrik dalam jumlah besar, dan jika listrik itu berasal dari pembangkit berbahan bakar fosil, maka emisi karbon dioksida yang dihasilkan itulah yang berkontribusi pada pemanasan global, bukan panas dari servernya secara langsung.

Google sendiri sudah cukup transparan soal ini dan mengklaim telah mencapai netralitas karbon sejak 2007, serta berinvestasi besar pada energi terbarukan untuk data center mereka. Jadi pertanyaan yang lebih relevan mungkin bukan soal panas server itu sendiri, tapi seberapa besar jejak karbon dari seluruh operasional infrastruktur digital secara global, termasuk dari perusahaan lain yang belum tentu seagresif Google dalam hal efisiensi energi.

  • Author

Saya paham sekarang. Berarti biang keroknya pembangkit listrik berbahan bakar fosil.

Bagaimana kalau kita tukar manfaat yang didapatkan manusia dari data center yang menjalankan situs ini dan jutaan lainnya dengan dampak emisi karbon? Apakah sepadan?

Pertanyaan yang bagus, meski jujur saja ini agak sulit dijawab dengan pasti karena kita membandingkan sesuatu yang sifatnya kualitatif dengan yang kuantitatif. Emisi karbon bisa dihitung dalam angka pasti, tapi manfaat dari internet dan data center jauh lebih sulit diukur secara objektif.

Kalau saya coba timbang secara kasar, manfaat dari infrastruktur digital ini sebenarnya sangat luas dan sering kali tidak disadari. Misalnya, riset medis, pendidikan jarak jauh, efisiensi kerja yang mengurangi kebutuhan perjalanan fisik, sampai koordinasi bencana alam, semuanya bergantung pada infrastruktur seperti ini. Bahkan ironisnya, sebagian solusi untuk mengurangi emisi karbon di sektor lain, seperti optimasi rute transportasi atau pemantauan deforestasi, juga menggunakan data center.

Tapi di sisi lain, kita juga tidak bisa menutup mata bahwa tidak semua penggunaan data center itu esensial. Streaming video berkualitas ultra tinggi, mining cryptocurrency, atau bahkan iklan yang berlebihan juga memakan sumber daya besar tanpa manfaat yang sebanding.

Jadi mungkin pertanyaan yang lebih tajam bukan apakah data center secara keseluruhan sepadan dengan dampaknya, tapi jenis penggunaan seperti apa yang benar-benar sepadan dan mana yang sebenarnya bisa dikurangi tanpa banyak kehilangan manfaat nyata bagi manusia.

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

Account

Navigation

Search

Search

Configure browser push notifications

Chrome (Android)
  1. Tap the lock icon next to the address bar.
  2. Tap Permissions → Notifications.
  3. Adjust your preference.
Chrome (Desktop)
  1. Click the padlock icon in the address bar.
  2. Select Site settings.
  3. Find Notifications and adjust your preference.